Jumat, 17 Februari 2012

Pidato "Akhlaqul Karimah"

السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Alhamdulillahiladzi hadza nalihadza wama kunna linahtadiya laula anhadzanalloh, laqodja adrusulurobbina bilhaq wanudzu antil kumuljannatu uritstumuha bimakuntum ta’malun. Asyhadu alla ilahailalloh waasyhadu anna muhammadarosulullahi sollallohualaihi wasalam, wa’ala alihi waasyhabihi amma ba’dhu. Bonjour buenos dias!!
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah S.W.T yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga kita bisa berkumpul di ruangan ini dengan sehat dan sentosa, shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada second love kita Nabi Muhammad S.A.W beserta keluarganya, para sahabatnya dan pengikutnya sampai hari akhir. Kepada dewan juri yang terhormat dan teman- teman yang saya sayangi dan saya banggakan. Ijinkanlah pada kesempatan yang singkat ini saya berbagi ilmu kepada anda semua yaitu tentang “akhlaqul karimah”.
Tahukah anda apa yang dimaksud dengan Akhlaqul karimah?
Menurut pengertian dalam bahasa, Akhlaq adalah tabi’at, kebiasaan, atau perangai. Di dalam akhlaq ada dua macam yaitu ada akhlaq mahmudah (terpuji) dan mazmumah (tercela). Tentu yang dimaksud akhlaqul karimah tidak lain adalah akhlaq mahmudah. Seperti yang difirmankan oleh Allah S.W.T dalam Al-qur’an surat Al Qalam ayat 4 :

وإنك لعلى خلق عظيم

Artinya : Sesungguhnya  engkau (Muhammad) berada diatas budi pekerti yang agung.
Dari firman Allah tersebut dapat kita simpulkan bahwa kita sepantasnya menjadikan Nabi Muhammad sebagai panutan karena akhlaqnya yang sangat terpuji. Sebagai contoh pada zaman rasulullah dulu, ada orang buta dipinggir jalan yang hobi sekali menjelek- jelekkan nabi muhammad. Tapi, Nabi malah sering sekali memberikan makanan bahkan menyuapi si buta tersebut sampai nabi muhammad wafat.kemudian sahabat nabi "Abu bakar" bertanya pada Aisyah, "Hei Aisyah amalan apa yang biasa dikerjakan oleh Nabi tetapi yang belum aku ketahui?". Aisyah pun menjawab, "Nabi sering memberi makanan pada orang buta yang ada di pinggir jalan". Tanpa pikir panjang, Abu bakar segera menemui orang buta tersebut sambil membawa makanan. Abu bakar juga menyuapkan makanan pada si buta tersebut, tapi si buta malah memuntahkannya. Dia berkata,"Apakah kamu orang yang biasa menyuapiku?". "Tidak, Aku adalah sahabatnya" jawab Abu bakar. Ternyata teman- teman, sebelum Nabi menyuapkan makanan kepada si buta, nabi mengunyah makanan tersebut lebih dahulu sehingga si buta tidak kesulitan menelannya.Masya Allah! begitulah kemurnian hati rasul kita sehingga bisa membuat si buta kagum dan menyesali perbuatannya serta mau masuk islam. Memang dalam kehidupan sehari-hari akhlaqul karimah sangat penting karena dapat menentukan kehormatan seseorang. Mari kita pikirkan sejenak! Bagaimana sih kita memperlakukan tetangga kita yang ketahuan mencuri ataupun membunuh? Saya yakin pasti mereka diasingkan, juga banyak orang yang mengejek atau mungkin malah tidak ada yang mau berteman dengan orang tersebut karena sudah tidak respect dengan orang tersebut. Sehingga, jika kita ingin dihargai maupun dihormati dalam pergaulan kita harus menjaga akhlaq kita. Bukan hanya di dunia saja, bahkan di akhirat akhlaqul karimah juga sangat penting. Berdasarkan sabda nabi Muhammad S.A.W di dalam hadits yang diriwatkan Abu Daud yang berbunyi :

ما من شيئ اثقل فى الميزان من حسن الخلق

Artinya : Tidak ada yang lebih berat di timbangan amal daripada budi pekerti yang terpuji.
Bukan dalam pergaulan atau dimasyarakat saja, kepada orangtua/ orang yang lebih tua kita harus bisa berakhlaq yang baik. Sebelum saya menerangkan akhlaqul Karimah terhadap Orangtua marilah kita bersama-sama menyanyikan sebuah lagu
Wiwit aku isih bayi
Wong tua sing ngopeni
Nganti tumeka saiki
Katon oleh gemati
Mangkat sekolah disangoni
Sandang pangan wis mesti
Mula aku wajib bekti
Bangun turut ngajeni 

Coba kita renungkan bersama bagaimana perjuangan kedua orangtua kita dari melahirkan,membesarkan, dan mendidik kita hingga orang tua kita kembali kepangkuan Allah S.W.T. Maka pantas sekali jika Dalam hadits nabi berbunyi :

 رضى الله فى رضى الوالدين

Artinya : Ridho Allah tergantung ridho orang tua.
Menurut hadits diatas dijelaskan bahwa jika anak tidak dapat patuh dengan orangtua, maka anak tersebut kehilangan ridho dari Allah. Islam menempatkan kedua orangtua ke dalam posisi yang sangat mulia. Dua emas gunung Uhud dibanding pengorbanan orangtua kita maka lebih berat pengorbanan orangtua kita. Subhanallah!. Mereka memang orang yang paling berjasa kepada kita. Betul tidak? Maka sepantasnya kita harus berbakti kepada keduanya, melaksanakan perintah asal tidak menyimpang dari syariat, berbuat baik, berkata lembut serta tidak menyakiti hati keduanya. Bagaimana yang sudah meninggal? Yaitu dengan cara menyolatkan jenazahnya, menyambung tali silaturahmi dengan sahabat- sahabatnya serta mendoakannnya. Di dalam surat Bani israil ayat 24 diterangkan bahwa :

رب اغفرلى ولوالدي وارحمهما كما ربيانى صغيرا

Artinya : Ya Allah ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktuku masih kecil.
Menurut ayat diatas diterangkan bahwa di akhirat nanti yang dapat menolong orangtua kita dari jurang neraka hanyalah dengan do’a dari anak yang sholeh. Semoga kita termasuk di dalamnya. Allohumma
Aminn

Demikianlah tausiah yang bisa saya sampaikan. Semoga dari tausiah ini bisa menyadarkan hati kita untuk senantiasa menjaga akhlaq kita terutama kepada orangtua kita. Amin ya robbal alaminn.
Jika ada jarum yang patah
Jangan disimpan di almari
Jika ada kata-kata yang salah
Mohon dimaafkan sepenuh hati

Alhamdulillahi jaza kumullahu khoiro. Mercie dan Akhirukalam

والسلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar